Hari Pertama Pelaksanaan UN SMP

Hari ini 3,7 Juta Siswa SMP Ikuti Ujian Nasional (UN)

Lebih dari 3,7 juta siswa SMP dan sederajat mengikuti ujian nasional (UN) hari ini. Mata pelajaran bahasa Indonesia menjadi pembuka ujian yang akan berlangsung empat hari ini.

Seperti halnya UN SMA minggu lalu, banyak pihak mengingatkan agar siswa tidak terkecoh dengan berseliwerannya SMS kunci jawaban lewat HP. Sebab, tidak ada yang bisa bertanggung jawab terhadap keakurasian SMS tersebut.Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) bidang Pendidikan Musliar Kasim meminta siswa percaya dengan kemapuan diri sendiri. “Jangan terkecoh,” katanya di Jakarta kemarin (22/4).

Musliar menuturkan, jajaran Kemendikbud memprediksi pelaksanaan UN untuk jenjang SMP dan sederajat masih akan diramaikan dengan isu kebocoran soal dan peredaran SMS kunci jawaban via HP. Namun, dengan pengalaman serupa saat UN SMA pekan lalu, pihaknya sudah bisa mengambil pelajaran.

Misalnya, seluruh pengawas ruang ujian diminta benar-benar membuat ruangan yang mereka awasi steril dari HP. Pengawas harus benar-benar teliti memeriksa barang bawaan siswa. Semua barang kecuali alat tulis dan penghapus, terutama alat komunikasi, haram hukumnya masuk ruang ujian.

Dengan pengetataan barang bawaan siswa ini, diharapkan akan bisa melawan kabar peredaran SMS kunci jawaban. Pengawas ruang ujian juga diminta tidak lengah dan akhirnya dimanfaatkan siswa untuk berbuat curang.

Kepada para siswa, dia terus menghimbau supaya tidak terkecoh dengan adanya SMS kunci jawaban itu. Sebab, jauh-jauh hari sebelum ujian, Kemendikbud sudah menyebar isi-kisi ujian melalui internet. Kisi-kisi diharapkan bisa menjadi latihan siswa sebelum menghadapi soal ujian yang sebenarnya. “Tentu kisi-kisi dan soal UN aslinya berbeda. Tetapi dasar materinya sama,” kata dia.

Mantan rektor Universitas Andalas, Padang itu juga mengatakan, para siswa tidak perlu cemas berlebihan menghadapi UN. Sebab, penentuan kelulusan tidak lagi mutlak itentukan dari hasil UN. “Ujian sekolah juga menjadi penentu,” kata Musliar.

Dia menerangkan, ujian sekolah memiliki bobot 40 persen dalam penentuan kelulusan siswa. Sementara UN memiliki bobot 60 persen. Jadi jika siswa sudah yakin memperoleh nilai baik dalam ujian sekolah, tidak perlu capek-capek berbuat curang dalam UN untuk mengerjar nilai bagus. Sebab, jika ketahuan curang, risikonya malah tidak akan lulus ujian.

Selain itu, Musliar juga mengingatkan para siswa SMP agar tidak meniru perilaku jelek yang ditunjukkan beberapa kakak kelasnya beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, di sejumlah daerah ada siswa SMA dan sederajat yang sudah corat-coret baju dan menggelar konvoi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian UN.

Kelulusan UN SMP dan sederajat dijadwalkan diumumkan pada 2 Juni. Sementara pengumuman kelulusan UN SMA dan sederajat dilakukan pada 24 Mei. Sedangan pengumuman kelulsan UN SD dan sederajat, dipasrahkan kepada pemerintah daerah masing-masing.

Sumber: http://www.jambiindependent.co.id

Posted on 23 April 2012, in Pelaksanaan UN Siswa SMP, Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tulis Komentar Anda disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: